FAKTOR YANG BERHUBUNGAN TERJADINYA PENYAKIT GASTRITIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS

ABSTRAK

Wawacara yang dilakukan pada pasien yang gastritis mengatakan mereka menderita gastritis dikarenakan sering makan tidak secara teratur, terlambat makan dan sering makan-makanan yang pedas. Sedangkan wawancara dengan perawat Puskesmas Nusa Indah mengatakan banyak pasien dengan kasus Gastritis disebabkan mereka sering mengkonsumsi makanan yang pedas dan untuk pada pasien laki-laki mereka adalah perokok berat dan sering minum minuman yang mengandung alkohol yang merangsang asam lambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kebiasaan makan, makanan merangsang, minuman merangsang, obat-obatan dan penyakit gastritis serta untuk mengetahui hubungan kebiasaan makan, makanan merangsang, minuman merangsang dan penggunaan obat-obatan dengan penyakit gastritis.

Jenis penelitian ini deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi Seluruh pasien yang berusia di atas 20 tahun yang berkunjung di Puskesmas Nusa Indah Tahun 2011 yang berjumlah 7.660 orang. Sampel diambil sebesar 47 pasien yang berusia di atas 20 tahun yang berkunjung di Puskesmas Nusa Indah Kota Bengkulu Tahun 2011. Sampel dalam penelitian ini diambil secara accidental sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisa Univariat dan bivariat. Jenis uji statistik yang digunakan chi-square.

Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan kebiasaan makan dengan penyakit gastritis, terdapat hubungan makanan merangsang dengan penyakit gastritis, terdapat hubungan minuman merangsang yang merangsang produksi asam lambung dengan penyakit gastritis, dan terdapat hubungan penggunaan obat-obatan dengan penyakit gastritis di wilayah Kerja Puskesmas Nusa Indah Kota Bengkulu.

Saran bagi Puskesmas penelitian ini diharapkan dapat menjadi pedoman atau acuan petugas kesehatan khususnya perawat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama pada penyakit gastritis.

 

Kata Kunci: Kebiasaan Makan, Makanan Merangsang, Minuman Merangsang, Obat-Obatan, Gastritis.

Roles Of Nurse At The Treatment Health Centres Beringin Raya Muara Bangkahulu District Bengkulu City

ABSTRACT

 By. Hadi Saputra

Counselors: Dr. Fitriani, M. Si and Drs. Jarto Tarigan, M. Si

 

This reseach purpose to know the roles of nurse that are observed from the role of nurse as nursing upbring giver,the role of nurse as advocat client, role of nurse as educator, the role of nurse as coodinatror, role of nurse as  collaboration , the role of nurse as consultant and the role of nurse as reformer.

The type of research is qualitatif, sample are 9 person that is a head of UPTD, a head of staff administration, three nurse and four of patient who are treated at the Health Centres based on disease specification that is taken by pourposive sampling. Processing and analysis data in this research study is done by data reduction, data repesentation and conclusion drawing.

The result of this research study: 1) The nurse had done investigation, diagnosa was not made.evaluation by comparing patient condition after teated somedays did not use nursing upbring form, 2) Agreement action had never done .If there was patient with high risk, health centres made reconcialition to hospital. While information giving is done to patient and and the family when the patient was in installations the emergency department, 3) The nurse did healty education was done only if the patient was treated in I installations the emergency department, while if the patient was treated in treatment health centres education was not done, 4) Advanced treatment planning if basic treatment was not able to overcome the patient desease by giving reconciliation to hospital, consult to spesialist, 5) Collaboration had been done with doctor, laboratory and nutrionist, while for fisiotherapi was reconciliated to hospital because limited  healty tools, 6) The  nurse consult with patient and and patient family about treatment that would be done. Consultation about desease was not done because the nurse did not have time, 7) Planning is done before treatment given to patient. Collaboration between nurse, and doctor and healthy officials was done. Generally the roles of of nurse are less or not enough.These cause among 7 roles, the nurse only did 3 roles, while the 4 others role were not done.

Suggestion: to the leader the nurses should not be given  duties  as treasuer pogrammer, suveillance and the nurses should improve their roles such as nursing upbringing giver, advocat, educator, and consultant.

 

Key Word: Roles Of Nurse, Treatment Health Centres Beringin Raya

PERAN PERAWAT DI PUSKESMAS PERAWATAN BERINGIN RAYA KECAMATAN MUARA BANGKAHULU KOTA BENGKULU

RINGKASAN

Peran Perawat di Puskesmas Perawatan Beringin Raya Kecamatan Muara Bangkahulu

Kota Bengkulu

Oleh:

Hadi Saputra

Keperawatan sebagai profesi merupakan salah satu pekerjaan di mana dalam menentukan tindakannya didasari ilmu pengetahuan serta memiliki keterampilan yang jelas dalam keahliannya, sebagai profesi keperawatan mempunyai otonomi dalam kewenangan dan tanggung jawab dalam tindakan serta adanya kode etik dalam bekerjanya kemudian juga berorientasi pada pelayanan dengan melalui pemberian asuhan keperawatan kepada individu, kelompok atau masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiperan perawat di Puskesmas Perawatan Beringin Raya Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu ditinjau dari peran perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan, peran perawat sebagai advokat klien, peran perawat sebagai edukator, peran perawat sebagai koordinato,  peran perawat sebagai kolaboratif, peran perawat sebagai konsultan, dan peran perawat sebagai pembaharu.

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sampel wawancara dalam penelitian ini diambil sebanyak 9 (lima)  orang yang terdiri dari 1 orang Kepala UPTD Puskesmas Perawatan Beringin Raya, 1 (satu) orang kepala Tata Usaha Puskesmas Perawatan Beringin Raya dan 3 (tiga) orang perawat Puskesmas Perawatan Beringin Raya serta 4 (empat) orang pasien yang menjalani rawat inap di Puskesmas Perawatan Beringin Raya Kota Bengkulu berdasarkan spesifikasi penyakit pasien yang ada di sering atau ada di Puskesmas Perawatan Beringin Raya Kota Bengkulu yang diambil secara porposive sampling. Pengolahan dan Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian 1) Perawat sudah melakukan pengkajian, diagnosa tidak dibuat,  dan  evaluasi dengan membandingkan kondisi pasien setelah telah dirawat beberapa hari tanpa menggunakan blanko asuhan keperawatan, 2) Persetujuan tindakan di Puskesmas tidak pernah dilakukan, apabila ada pasien yang memerlukan tindakan beresiko tinggi, Puskesmas melakukan rujukan pasien ke Rumah Sakit. Sedangkan informasi telah dilakukan terhadap pasien dan keluarga pada saat pasien masuk IGD. Sementara itu privasi pasien sudah dijaga perawat, 3) Perawat melakukan pendidikan kesehatan dan penjelasan hanya diberikan pada saat pasien baru IGD, 4) Rencana pelayanan tingkat lanjut jika pelayanan dasar sudah tidak mampu untuk mengatasi penyakit pasien dengan memberikan rujukan ke Rumah Sakit, berkonsultasi ke dokter speasialis, 5) Kolaborasi sudah dilakukan dengan dokter, laboratorium dan ahli gizi. Sedangkan untuk fisiotrafis dirujuk ke rumah sakit karena belum memiliki alat, 6) Perawat melakukan konsultasi dengan pasien dan keluarga, mengenai tindakan yang akan dilakukan. Konsultasi tentang penyakit tidak dilakukan perawat karena perawat tidak mempunyai waktu, dan 7) Perencanaan dilakukan sebelum tindakan dilakukan pada pasien. Kerjasama antara perawat, dokter dan petugas kesehatan lain sudah dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur tindakan.

Pada Pimpinan Puskesmas hendaknya perawat tidak dibebani tugas sebagai bendahara, pemegang program, maupun tenaga surveilans, sehingga perawat dapat fokus melaksanakan perannya sebagai perawat.

Kata Kunci: Peran Perawat, Puskesmas Perawatan Beringin Raya

PENGELOLAAN PENINGKATAN PRESTASI SISWA (Studi Deskriptif Kualitatif Pada Mata Pelajaran IPS di SMA)

MANAGEMENT IMPROVING STUDENT ACHIEVEMENT
(Qualitative Descriptive Study Subjects IPS  Plus High School D)

The pourposive of this research was describe the management of increased student achievement in high school Plus  7  Bengkulu City. This study uses descriptive research method using qualittaive appoach.  The selection method is based on the considerations that the data collected from the High School Plus et it isngkulu City State7 is the data that it is without loooking to deep relationsships. Subject high scoool social  studies teacher Plus 7 Bengkulu City in each class take two people, briging the total respondents as many as 6 social studies teachers.

Data analysis in this study with 1. Reduction, 2. Presentation. 3. Data obtained from the reduction and display selected which will  we waste so that the data obtained conflicting roles. The result of this research skor.  There is no reference implementation of good management, teachers do not make the planning of learning. Implementation do not been going well. Factors is supporting teacher collaboration with parents, a factor inhibiting facilities, media education, monitoring and evaluation is not maximized. Management of learning should be implemented in full, integrated and sustainable.

 

RINGKASAN

 

PENGELOLAAN PENINGKATAN PRESTASI SISWA

(Studi Deskriptif Kualitatif Pada Mata Pelajaran IPS di SMA)

 


Masalah umum yang dibahas dalam penelitian ini yaitu: 1) Bagaimanakah konsep pengelolaan prestasi belajar siswa mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di SMA Plus Negeri 7 Kota Bengkulu?. 2) Bagaimanakah perencanaan prestasi siswa mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di SMA Plus Negeri 7 Kota Bengkulu?. 3) Bagaimanakah pelaksanaan peningkatan prestasi siswa mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di  SMA Plus Negeri 7 Kota Bengkulu? 4) Bagaimanakah monitoring dan evaluasi peningkatan prestasi siswa mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di SMA Plus Negeri 7 Kota Bengkulu? 5) Apakah  faktor  pendukung  dan  penghambat  dalam  upaya peningkatan  prestasi siswa mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di SMA Plus Negeri 7 Kota Bengkulu? 6. Bagaimanakah upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pengelolaan dalam rangka peningkatan prestasi siswa mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di SMA Plus Negeri 7 Kota Bengkulu?

Tujuan umum penelitian ini untuk mendeskripsikan  pengelolaan  peningkatan  prestasi  siswa  di SMA Plus Negeri 7 Kota Bengkulu.  Adapun  tujuan  khusus  penelitian  ini adalah untuk mendeskripsikan tentang: 1. Konsep pengelolaan prestasi belajar siswa mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di SMA Plus Negeri 7 Kota Bengkulu, 2. Perencanaan prestasi siswa mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di SMA Plus Negeri 7 Kota Bengkulu, 3. Pelaksanaan peningkatan prestasi siswa mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di  SMA Plus Negeri 7 Kota Bengkulu, 4. Monitoring dan evaluasi peningkatan prestasi siswa dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di SMA Plus Negeri 7 Kota Bengkulu, 5. Faktor  pendukung  dan  penghambat  dalam  upaya peningkatan  prestasi siswa mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di SMA Plus Negeri 7 Kota Bengkulu, 6. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pengelolaan dalam rangka peningkatan prestasi siswa mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di  SMA Plus Negeri 7 Kota Bengkulu.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah segenap orang yang dipandang oleh peneliti dapat memberikan data pengelolaan peningkatan prestasi siswa Ilmu Pengetahuan Sosial SMA Plus Negeri 7 Kota Bengkulu.  Subyek penelitian adalah guru IPS SMA Plus Negeri 7 Kota Bengkulu masing-masing kelas di ambil 2 orang, sehingga total responden sebanyak 6 orang guru IPS. Analisis data dalam penelitian ini dengan analisis 1.Reduksi, 2. Penyajian data, 3. Menarik kesimpulan atau verifikasi.

Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: Pertama. Pelaksanaan pengelolaan  di SMA Plus Negeri 7 Kota Bengkulu tidak  terdapat acuan baik berupa  program tertulis maupun orientasi sebagai perumus visi dan misi itu sehingga para guru dan komponen sekolah lainnya yang tidak mengetahui apa visi dan misi SMA Plus Negeri 7 Kota Bengkulu ini. Sehingga menyebabkan adanya guru yang tidak tahu tugas pokok SMA Plus Negeri 7 Bengkulu.

Kedua. Di SMA Negeri Plus 7 Kota Bengkulu guru-guru jarang sekali membuat perencaan pembelajaran. Mereka pada umumnya melakukan tugas pembelajaran tanpa memiliki  perencanaan  sebagaimana telah diatur menurut ketentuan yang berlaku. Hal ini dapat terlihat  dari masih  banyak terdapat  aspek manajemen  pembelajaran  yang tidak berjalan maksimal seperti perencanaan pembelajaran, keterbatasan sarana dan  prasarana, metode mengajar, media pengajaran, disiplin siswa dan proses monitoring dan evaluasi yang lemah. Implementasi pengelolaan prestasi murid di SMA Negeri Plus 7 Kota Bengkulu belum berjalan  dengan baik. Hal ini  dapat terlihat dari masih banyak  terdapat aspek manajemen pembelajaranyang tidak  berjalan  maksimal  seperti  perencanaan  pembelajaran, keterbatasan  sarana  dan  prasarana, metode mengajar, media pengajaran, dan proses monitoring dan evaluasi yang lemah.

Ketiga. Faktor pendukung pelaksanaan manajemen prestasi murid di Di SMA Negeri Plus 7 Kota Bengkulu adalah        kerjasama guru dengan orang tua sedangkan faktor penghambat yang ditemui di Di SMA Negeri Plus 7 Kota Bengkulu sarana, prasarana dan  media pendidikan merupakan salah satu hambatan dalam pelaksanaan  pembelajaran.  Kekurangan  media  pendidikan  seperti  buku- buku  dan  alat  peraga  memang   menimbulkan  ketidak  lancaran  proses pembelajaran. Padahal hal tersebut seharusnya membantu proses pembelajaran dan membantu pencapaian target yang direncanakan. Keterbatasan sarana dan media tersebut  berkaitan dengan metode guru- guru di Di SMA Negeri Plus 7 Kota Bengkulu hanya  bisa menggunakan metode dan media yang tidak variatif.

Keempat. Monitoring dan evaluasi prestasi murid di Di SMA Negeri Plus 7 Kota Bengkulu belum  maksimal. Hal ini terlihat dari belum terlihatnya perubahan-perubahan yang signifikan dalam  penyelenggaraan proses pendidikan dan pembelajaran di sekolah ini.

Kelima. Faktor penghambat pelaksanaan proses pendidikan dan pengajaran di Di SMA Negeri Plus 7 Kota Bengkulu adalah: 1) minimnya buku-buku  pelajaran  dan  alat-alat  bantu   pelajaran,  2)  kondisi ekonomi orang tua yang tergolong menengah ke bawah, 3) bantuan keuangan dan pembiayaan dari dana BOS yang tidak seimbang dengan kebutuhan sekolah.

Keenam. Untuk meningkatkan mutu pendidikan yang baik maka pengelolaan pembelajaran harus dilaksanakan secara utuh, terpadu dan berkesinambungan oleh semua unsur yang berkompeten dalam lingkungan  sekolah. Apabila  pengelolaan  itu   dilaksanakan  secara sepihak atau berjalan secara parsial saja maka tidak akan berpengaruh apa-apa terhadap kemajuan dan perkembangan sekolah. Oleh karena itu harusdilakukan dengan kerjasama yang baik dari semua pihak, baik itu kepala sekolah, guru-guru dan orang tua murid, kalau kerjasam ini tidak terjalin dengan baik tidak mungkin prestasi siswa dapat ditingkatkan.

Pelaksanaan pengelolaan  tidak terdapat acuan baik,  guru tidak membuat perencaan pembelajaran.  Implementasi belum berjalan  dengan baik. Faktor pendukung kerjasama guru dengan orang tua, faktor penghambat sarana, prasarana dan  media pendidikan, Monitoring dan evaluasi belum  maksimal. Pengelolaan pembelajaran harus dilaksanakan secara utuh, terpadu dan berkesinambungan.

Kepada pihak sekolah untuk terus melakukan upaya yang inovatif, membuat perencanaan pembelajaran, proses pembelajaran harus  dijalankan dengan baik, meningkatkan monitoring dan evaluasi yang belum maksimal, emenuhi kebutuhan dan kekurangan kebutuhan  sekolah yang terkait pembelajaran, dan dilakukan kerjasama yang baik.

 

 

HUBUNGAN SANITASI RUMAH DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI KELURAHAN

AData Puskesmas Sukamerindu penderita ISPA tahun 2010 sebanyak 2.387 balita. Hasil observasi tanggal 18 April 2010 dari 20 orang keluarga terlihat sebagian besar 16 orang ibu yang anaknya menderita ISPA tinggal di lingkungan yang kumuh dan padat penduduknya serta mereka tidak menjaga lingkungan kebersihan rumah maupun lingkungan rumah. Survei awal dengan melakukan kunjungan kepada 20 orang keluarga, terlihat yang memiliki sarana sanitasi sehat sebanyak 9 keluarga dan yang memiliki sarana sanitasi tidak sehat 11 sebanyak keluarga. Sedangkan untuk kejadian ISPA pada balita terdapat 13 keluarga yang anaknya menderita ISPA dan 7 keluarga yang anaknya tidak menderita ISPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sanitasi rumah dan gambaran kejadian ISPA pada balita serta mengetahui hubungan sanitasi rumah dengan kejadian ISPA pada balita.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yaitu melihat gambaran variabel independent dan dependent dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai balita di Kelurahan Sukamerindu Kota Bengkulu yang berjumlah 390 orang yang diambil 10% dari populasi, sehingga didapat sampel sebesar 39 orang ibu yang mempunyai balita dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan Analisis Univariat dan Bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji chi square.
Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 33 (84,6%) responden dengan Sanitasi Rumah tidak Sehat, sebanyak 12 (30,8%) responden mengalami kejadian ISPA serta ada hubungan yang signifikan antara sanitasi rumah dengan kejadian Ispa pada balita di kelurahan Sukamerindu Kota Bengkulu. Saran bagi Puskesmas Sukamerindu sebagai masukan bagi unit pelayanan kesehatan dalam hal ini Puskesmas Sukamerindu guna meningkatkan pelayanan kesehatan, khususnya dalam penanganan terhadap anak balita dengan kasus ISPA.

Kata Kunci: Sanitasi Rumah, Kejadian ISPA

Hubungan Pre Ekslampsia dengan Kejadian Edema di Ruang Mawar RSUD Tahun 2010

ABSTRAK

 

Data statistik Medica Record RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu pada tahun 2009 yang mengalami Pre Eklampsia sebanyak 1 orang dan pada tahun 2010 yang mengalami Pre Eklampsia sebanyak 42 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Pre Eklampsia dengan Kejadian Edema di Ruang Mawar RSUD. Dr. M. Yunus Bengkulu tahun 2010.

Pre Eklampsia adalah timbulnya hipertensi pada umur kehamilan 20 minggu atau lebih atau pada masa nifas. Edema adalah pembengkakan jaringan subkutan, yang bila ditekan, akan meninggalkan cekungan (seperti sumur).  pre eklampsia ialah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi, edema dan proteinuria yang timbul karena kehamilan. Penyakit ini umumnya terjadi dalam triwulan ke-3 kehamilan.

Jenis penelitian survey analitik rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini meliputi semua ibu yang mengalami pre eklampsia di Ruang Mawar RSUD dr. M. Yunus Bengkulu Tahun 2010 yang berjumlah 42 orang. Sampel menggunakan total sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi dari pada variabel penelitian dan bivariat untuk melihat hubungan variabel independen dan dependent menggunakan uji chi square. Untuk melihat keeratan hubungan digunakan contingency coefficient ( C ).

Penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 25 (59,9%) responden mengalami pre eklampsia berat, sebanyak 36 (85,7%) responden mengalami kejadian edema, dan terdapat hubungan yang signifikan antara Pre Eklampsia dengan Kejadian Edema dengan katagori sedang.

Bagi RSUD. Dr. M. Yunus Bengkulu khususnya ruang rawat inap mawar dapat melakukan pengawasan sedini mungkin guna penatalaksanaan persalinan yang lebih optimal dan tepat pada pasien yang mengalami pre eklampsia dan kejadian edema.

Kata Kunci: Pree Ekslampsia, Kejadian Edema

KUMPULAN JUDUL SKRIPSI KESEHATAN MASYARAKAT

Terima Kasih Telah Berkunjung ke Situs http://lubmazreserach.wordpress.com

Pilih Judul Yang Anda Butuhkan Kemudian Silahkan Kontak Saya Via  SMS Atau EMail

Untuk Mendapatkan Versi Lengkapnya. Tersedia Dalam Bentuk SOFT COPY.

File Akan Dikirim Via E-Mail. (RP.150.000 Untuk 1 Judul Lengkap).

  1. GAYA PIMPINAN DAN SEMANGAT KERJA PEGAWAI PUSKESMAS NUSA INDAH KOTA BENGKULU
  2. STUDI TENTANG KESEHATAN LINGKUNGAN RUMAH SEHAT DI KELURAHAN PASAR BENGKULU KOTA BENGKULU
  3. HUBUNGAN PEMBERIAN INSENTIF DENGAN MOTIVASI KERJA PEGAWAI DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TINGKAT IV KEPOLISIAN DAERAH (POLDA) BENGKULU
  4. HUBUNGAN PEMBERIAN INSENTIF DENGAN MOTIVASI KERJA PEGAWAI DI INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TAIS KABUPATEN SELUMA
  5. HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI DENGAN MOTIVASI MENYUSUI BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MUARA AMAN KABUPATEN LEBONG
  6. HUBUNGAN MUTU PELAYANAN PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT BHAYANGKARA POLDA BENGKULU
  7. HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PENCEGAHAN DIARE DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI DESA LUNJUK DALAM WILAYAH KERJA PUSKESMAS TALANG TINGGI KABUPATEN SELUMA
  8. KUALITAS KEHIDUPAN KERJA PERAWAT INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SELUMA
  9. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS DUSUN TENGAH KABUPATEN SELUMA
  10. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA PETUGAS TUBERKULOSIS DI DINAS KESEHATAN KOTA BENGKULU
  11. ANALISIS PENYEBAB KEMATIAN PERINATAL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKAMERINDU KOTA BENGKULU
  12. PENGGUNAAN OBAT ARTEMISININ BASED COMBINATION THERAPY (ACT) PADA PENDERITA MALARIA DI PUSKESMAS BERINGIN RAYA KOTA BENGKULU
  13. FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS PASAR IKAN KOTA BENGKULU
  14. HUBUNGAN PEMBERIAN INSENTIF DENGAN MOTIVASI KERJA PEGAWAI DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TINGKAT IV KEPOLISIAN DAERAH (POLDA) BENGKULU
  15. PENERAPAN PELAYANAN PASIEN JAMINAN KESEHATAN MASYARAKAT (JAMKESMAS) PADA POLI PENYAKIT DALAM RSUD DR. M. YUNUS BENGKULU
  16. ANALISIS KETIDAKPATUHAN IBU DALAM MELAKSANAKAN PEMERIKSAAN ANTENATAL CARE (ANC) PADA TENAGA KESEHATAN DI DESA NAPAL KABUPATEN SELUMA
  17. FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI BALITA DI POSYANDU DESA SEMELAKO KABUPATEN LEBONG
  18. HUBUNGAN MUTU PELAYANAN DOKTER DAN PERAWAT TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP MELATI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. M. YUNUS BENGKULU
  19. HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI DENGAN MOTIVASI MENYUSUI BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MUARA AMAN KABUPATEN LEBONG
  20. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA PETUGAS TUBERKULOSIS DI DINAS KESEHATAN KOTA BENGKULU
  21. ANALISIS PERENCANAAN KEBUTUHAN TENAGA GIZI DI UNIT INSTALASI GIZI RSJKO SOEPRAPTO DAERAH BENGKULU
  22. ANALISIS SISTEM PENERIMAAN, PENYIMPANAN, DAN PENYALURAN BAHAN MAKANAN DI INSTALASI GIZI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN KEPAHIANG
  23. HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN IBU DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI DI WILAYAH PUSKESMAS TANJUNG AGUNG PALIK KECAMATAN AIR BESI KABUPATEN BENGKULU UTARA TAHUN 2008
  24. HUBUNGAN CARA MENYIKAT GIGI TERHADAP KESEHATAN GIGI PADA ANAK SEKOLAH DASAR NEGERI 16 SELUMA KECAMATAN SELUMA KOTA KABUPATEN SELUMA
  25. HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN, PENGETAHUAN IBU NIFAS DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN KEPATUHAN DALAM MENGKONSUMSI VITAMIN A DI WILAYAH PUSKESMAS BATU BANDUNG KABUPATEN KEPAHIANG TAHUN 2010
  26. KEMAMPUAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT TERHADAP PASIEN DI RUANG RAWAT INAP MELATI RSUD DR. M. YUNUS BENGKULU
  27. PENGGUNAAN OBAT ARTEMISININ BASED COMBINATION THERAPY (ACT) PADA PENDERITA MALARIA DI PUSKESMAS BERINGIN RAYA KOTA BENGKULU
  28. HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN (HB) DENGAN KESEGARAN JASMANI SISWA PUTERA SLTP NEGERI I TANJUNG IMAN KEC. KAUR TENGAH KAB. KAUR
  29. HUBUNGAN PERILAKU MENGURAS, MENUTUP, DAN MENGUBUR (3 M) PADA MASYARAKAT DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RIMBO KEDUI KABUPATEN SELUMA.
  30. HUBUNGAN  PENGETAHUAN  IBU DENGAN KUNJUNGAN NEONATAL DI PUSKESMAS KOTA TAIS KABUPATEN SELUMA
  31. HUBUNGAN PELAKSANAAN PENGAWASAN DENGAN DISIPLIN KERJA DOSEN DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI AKPER PROPINSI BENGKULU TAHUN AJARAN 2005/2006
  32. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUNJUNGAN BALITA DI POSYANDU DUSUN PADANG WILAYAH PUSKESMAS ILIR TALO KABUPATEN SELUMA
  33. PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BENGKULU
  34. GAMBARAN POLA MAKAN, KEBIASAAN JAJAN, DAN PENYAKIT PENYERTA PADA BALITA GIZI BURUK DI WILAYAH PUSKESMAS PASAR IKAN KOTA BENGKULU
  35. ANALISIS PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA RUMAH TANGGA PASANGAN USIA SUBUR (PUS) DI DESA SIAGA PASAR TAIS KABUPATEN SELUMA
  36. ANALISIS  PELAKSANAAN  PROGRAM IMUNISASI  PADA BAYI DI PUSKESMAS SUKAMERINDU KECAMATAN TALO KECIL KABUPATEN SELUMA
  37. ANALISIS  PELAKSANAAN KELUARGA SADAR GIZI (KADARZI) DI PUSKESMAS JARAI PAGAR ALAM KABUPATEN LAHAT
  38. ANALISIS SISTEM PENERIMAAN, PENYIMPANAN, DAN PENYALURAN BAHAN  MAKANAN DI INSTALASI GIZI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN KEPAHIANG
  39. PENGGUNAAN OBAT ARTEMISININ BASED COMBINATION THERAPY (ACT) PADA PENDERITA MALARIA DI PUSKESMAS BERINGIN RAYA KOTA BENGKULU
  40. HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN, PENGETAHUAN IBU NIFAS DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN KEPATUHAN DALAM MENGKONSUMSI VITAMIN A DI WILAYAH PUSKESMAS BATU BANDUNG KABUPATEN KEPAHIANG TAHUN 2010
  41. ANALISIS PENYEBAB KEMATIAN PERINATAL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKAMERINDU KOTA BENGKULU
  42. ANALISIS PERAN BIDAN DALAM PELAKSANAAN PEMBERIAN ASI 30 MENIT SETELAH BAYI LAHIR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DERMAYU KABUPATEN SELUMA
  43. KEMAMPUAN  KOMUNIKASI  TERAPEUTIK  PERAWAT TERHADAP PASIEN DI RUANG RAWAT INAP MELATI RSUD Dr. M. YUNUS BENGKULU
  44. ANALISIS PERENCANAAN KEBUTUHAN TENAGA GIZI DI UNIT INSTALASI GIZI RSJKO SOEPRAPTO DAERAH BENGKULU
  45. PERSEPSI PENGAWAS TERHADAP DISIPLIN KERJA PEGAWAI DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA POLDA BENGKULU
  46. ANALISIS SISTEM PENERIMAAN, PENYIMPANAN, DAN PENYALURAN BAHAN  MAKANAN DI INSTALASI GIZI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN KEPAHIANG
  47. HUBUNGAN INSENTIF DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP MELATI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. M. YUNUS BENGKULU
  48. HUBUNGAN  PENGETAHUAN  IBU DENGAN KUNJUNGAN NEONATAL DI PUSKESMAS KOTA TAIS KABUPATEN SELUMA
  49. PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KOMITMEN KARYAWAN NON MEDIS DI RSUD MANNA KABUPATEN BENGKULU SELATAN
  50. HUBUNGAN  FUNGSI  KEPEMIMPINAN  DENGAN MOTIVASI KERJA PEGAWAI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TAIS KABUPATEN SELUMA TAHUN 2009
  51. HUBUNGAN CARA MENYIKAT GIGI TERHADAP KESEHATAN GIGI PADA ANAK  SEKOLAH DASAR NEGERI  16 SELUMA KECAMATAN SELUMA KOTA KABUPATEN SELUMA
  52. HUBUNGAN AKTIFITAS FISIK DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN PASAR MELINTANG KOTA BENGKULU
  53. ANALISIS MOTIVASI PESERTA KELUARGA BERENCANA DI POLI KB RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) KEPAHIANG
  54. HUBUNGAN PERILAKU MENGURAS, MENUTUP, DAN MENGUBUR (3 M) PADA MASYARAKAT DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RIMBO KEDUI KABUPATEN SELUMA
  55. HUBUNGAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN SIKLUS MENSTRUASI  PADA AKSEPTOR KELUARGA BERENCANA (KB) DI PUSKESMAS KOTA TAIS KABUPATEN SELUMA
  56. HUBUNGAN PEMBERIAN INSENTIF DENGAN MOTIVASI KERJA PEGAWAI DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TINGKAT IV KEPOLISIAN DAERAH (POLDA) BENGKULU
  57. FAKTOR – FAKTOR  YANG  BERHUBUNGAN  DENGAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF  DI PUSKESMAS PASAR IKAN KOTA BENGKULU
  58. ANALISIS KETIDAKPATUHAN IBU DALAM MELAKSANAKAN PEMERIKSAAN ANTENATAL CARE (ANC) PADA TENAGA KESEHATAN DI DESA NAPAL KABUPATEN SELUMA
  59. HUBUNGAN PERSEPSI PENGAWASAN OLEH PIMPINAN DENGAN MOTIVASI KERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT BHAYANGKARA  POLDA BENGKULU
  60. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI KERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT BHAYANGKARA  POLDA BENGKULU
  61. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL PESERTA PROGRAM JAMKESMAS DENGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) DI PUSKESMAS LINGKAR TIMUR
  62. HUBUNGAN SUPERVISI DENGAN KINERJA PETUGAS TB PUSKESMAS DALAM UPAYA PENANGGULANGAN PENYAKIT TUBERCULOSIS  DI KABUPATEN SELUMA TAHUN 2006
  63. GAMBARAN PERSEPSI PASIEN TERHADAP MUTU PELAYANAN PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ARGAMAKMUR BENGKULU UTARA.
  64. HUBUNGAN MUTU PELAYANAN DOKTER DAN PERAWAT TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP MELATI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. M. YUNUS BENGKULU
  65. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN ATENATAL CARE (ANC) OLEH IBU PRIMIGRAVIDA DI WILAYAH PUSKESMAS JALAN GEDANG KOTA BENGKULU
  66. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI BALITA DI POSYANDU DESA SEMELAKO KABUPATEN LEBONG.
  67. HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA RUANGAN DENGAN PRESTASI KERJA PERAWAT DI RUANG VIP RSUD Dr. M. YUNUS BENGKULU
  68. H UBUNGAN PEMBERIAN INSENTIF DENGAN MOTIVASI KERJA PEGAWAI DI INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TAIS KABUPATEN SELUMA
  69. HUBUNGAN MUTU PELAYANAN PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT BHAYANGKARA POLDA BENGKULU
  70. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGGINYA ANGKA KEJADIAN TUBERKULOSIS  PADA BALITA YANG BERKUNJUNG DI POLIKLINIK ANAK RSUD Dr. M. YUNUS BENGKULU TAHUN 2006
  71. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DENGAN TINGKAT KESEMBUHAN MELALUI PENGOBATAN STRATEGI DIRECTLY OBSERVED TREATMENT SHORT-COURSE (DOTS) PUSKESMAS NUSA INDAH KOTA BENGKULU
  72. HUBUNGAN PENGAWASAN PIMPINAN TERHADAP MOTIVASI KERJA PEGAWAI DI PUSKESMAS PERAWATAN LAIS KABUPATEN BENGKULU UTARA TAHUN 2006
  73. HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI  DENGAN MOTIVASI MENYUSUI BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MUARA AMAN KABUPATEN LEBONG
  74. HUBUNGAN PERSEPSI MUTU PELAYANAN MEDIK DASAR DENGAN KEPUASAN PASIEN DI POLIKLINIK UMUM PUSKESMAS JALAN GEDANG KOTA BENGKULU
  75. GAMBARAN SISTEM REKAM MEDIK DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MANNA BENGKULU SELATAN
  76. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRESTASI KERJA PERAWAT RAWAT INAP DI RSUD CURUP KABUPATEN REJANG LEBONG
  77. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DENGAN TINGKAT KESEMBUHAN MELALUI PENGOBATAN  STRATEGI DIRECTLY OBSERVED TREATMENT SHORT-COURSE (DOTS) PUSKESMAS NUSA INDAH KOTA BENGKULU
  78. PENGARUH PELAKSANAAN PENGAWASAN MELEKAT TERHADAP PENINGKATAN DISIPLIN KERJA PEGAWAI DI PUSKESMAS TALANG TINGGI  KABUPATEN SELUMA
  79. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBIASAAN MEROKOK SISWA DI SMU NEGERI 1 LAIS KABUPATEN BENGKULU UTARA
  80. HUBUNGAN FUNGSI KEPEMIMPINAN DENGAN MOTIVASI KERJA KARYAWAN PADA PUSKESMAS RIMBO KEDUI KABUPATEN SELUMA TAHUN 2005
  81. HUBUNGAN PERSEPSI TENTANG PENGAWASAN OLEH PIMPINAN DENGAN MOTIVASI KERJA PEGAWAI DI  PUSKESMAS JEMBATAN KECIL KOTA BENGKULU
  82. HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG PENCEGAHAN MALARIA DENGAN KEJADIAN MALARIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKAMERINDU KOTA BENGKULU TAHUN 2005
  83. HUBUNGAN MUTU PELAYANAN PERAWAT TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP MELATI RSUD Dr. M.YUNUS BENGKULU
  84. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN METODA KONTRASEPSI PADA PUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BASUKI RAHMAD KOTA BENGKULU TAHUN 2005
  85. HUBUNGAN KOMUNIKASI PIMPINAN DENGAN PRESTASI KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA DAERAH PROPINSI BENGKULU
  86. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA PERAWAT DALAM MELAKUKAN TINDAKAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANGAN MELATI RSUD Dr. M. YUNUS BENGKULU
  87. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUASAN KERJA PERAWAT DI  INSTALASI RAWAT INAP RSU ARGA MAKMUR KABUPATEN BENGKULU UTARA
  88. HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PEMAKAIAN OBAT ANTI NYAMUK DENGAN KASUS MALARIA DI PUSKESMAS SUKAMERINDU BENGKULU TAHUN 2005
  89. HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PENCEGAHAN DIARE DENGAN KEJADIAN DIARE  PADA  BALITA DI DESA LUNJUK  DALAM WILAYAH KERJA PUSKESMAS TALANG TINGGI KABUPATEN SELUMA
  90. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DI KECAMATAN AIR BESI, BENGKULU UTARA TAHUN 2005
  91. HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA RUANGAN DENGAN BUDAYA KERJA PERAWAT DI RUANG ICU RSUD Dr. M. YUNUS BENGKULU TAHUN 2005
  92. BEBERAPA FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA BIDAN DESA BERSTATUS PEGAWAI TIDAK TETAP (PTT) DI KABUPATEN KEPAHIANG PROPINSI BENGKULU TAHUN 2005
  93. BEBERAPA FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEAKTIFAN KADER POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TUMBU’AN KECAMATAN LUBUK SANDI SAKTI TAHUN 2005
  94. HUBUNGAN PERSEPSI PASIEN TENTANG PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN PADA POLIKLINIK UMUM DI PUSKESMAS TUMBU’AN KABUPATEN SELUMA TAHUN 2005
  95. FAKTOR-FAKTOR APAKAH YANG BERHUBUNGAN SECARA SIGNIFIKAN DENGAN KINERJA PETUGAS IMUNISASI BERUPA RENDAHNYA CAKUPAN IMUNISASI TT IBU HAMIL PADA BEBERAPA PUSKESMAS DI KABUPATEN BENGKULU SELATAN.
  96. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP IBU TENTANG PEMBERIAN ASI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAIS KECAMATAN SELUMA BENGKULU
  97. HUBUNGAN PELAKSANAAN PENGAWASAN DENGAN DISIPLIN KERJA DOSEN DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI AKPER PROPINSI BENGKULU TAHUN AJARAN 2005/2006
  98. HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN PEMERIKSAAN RADIODIAGNOSTIK DENGAN PERSEPSI KEPUASAN PASIEN DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD Dr.M. YUNUS BENGKULU TAHUN 2005
  99. HUBUNGAN PEMBINAAN DENGAN KINERJA BIDAN DESA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CAHAYA NEGERI KABUPATEN SELUMA
  100. HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN  PELATIHAN PERAWAT  DENGAN PRESTASI  KERJA PERAWAT PADA RUANG ICU DAN ICCU RSUD Dr. M. YUNUS BENGKULU
  101. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU-IBU PENGUNJUNG POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NAGA RANTAI KABUPATEN KAUR
  102. HUBUNGAN TINGKAT SOSIAL EKONOMI KELUARGA, PENDIDIKAN, PENGETAHUAN TENTANG GIZI TERHADAP STATUS GIZI USILA DI KELURAHAN KEMUMU KECAMATAN KOTA ARGA MAKMUR KABUPATEN BENGKULU UTARA TAHUN 2005.
  103. HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN MAKAN DENGAN STATUS GIZI SISWA SMP NEGERI 3 SUKARAJA KECAMATAN LUBUK SANDI KABUPATEN SELUMA
  104. GAMBARAN KINERJA PELAKSANAAN SISTEM PENCATATAN DAN PELAPORAN PUSKEMAS DI PUSKESMAS DTP TALAGA TAHUN 2005
  105. ANALISA PERENCANAAN KEBUTUHAN TENAGA PENATA RADIOLOGI DI RUANG RADIOLOGI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. M. YUNUS PROPINSI BENGKULU DALAM OTONOMI DAERAH TAHUN 2005-2020
  106. ANALISIS PROSES PELAKSANAAN RUJUKAN PESERTA ASURANSI KESEHATAN (ASKES) PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) PADA RAWAT JALAN TINGKAT PERTAMA DI UPTD PUSKESMAS LINGKAR TIMUR KOTA BENGKULU TAHUN 2011
  107. PENGARUH PELAKSANAAN PENGAWASAN MELEKAT TERHADAP PENINGKATAN DISIPLIN KERJA PEGAWAI DI PUSKESMAS TALANG TINGGI KABUPATEN SELUMA
  108. GAMBARAN KETERLAMBATAN PROSES KLAIM PERORANGAN PESERTA SUKARELA DI PT (PERSERO) SURANSI KESEHATAN INDONESIA KANTOR CABANG UTAMA JAKARTA PUSAT TAHUN 2005
  109. BEBERAPA FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEAKTIFAN KADER POSYANDU DI WILAYAH PUSKESMAS TUMBU’AN KECAMATAN LUBUK SANDI SAKTI TAHUN 2005”.
  110. GAMBARAN KEJADIAN ANEMIA PADA WUS DAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DI 5 (LIMA) KABUPATEN KOTA PROPINSI JAWA TIMUR PADA TAHUN 2004
  111. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI WILAYAH RW 05 KELURAHAN SAWAH LEBAR BARU KECAMATAN RATU AGUNG KOTA BENGKULU TAHUN 2009
  112. HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN MAKAN DENGAN STATUS GIZI SISWA SMP NEGERI 3 SUKARAJA KECAMATAN LUBUK SANDI KABUPATEN SELUMA
  113. HUBUNGAN PELAKSANAAN PENGAWASAN DENGAN DISIPLIN KERJA DOSEN DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI AKPER PROPINSI BENGKULU TAHUN AJARAN 2005/2006

JUDUL TESIS MAGISTER MANAJEMAN, MAGISTER ILMU ADMINISTRASI, MAGISTER PERENCANAAN PEMBANGUNAN BARU

JUDUL TESIS

MAGISTER MANAJEMAN BARU

 

  1. ANALISIS PROSES PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PADA BAPELKES PROVINSI BENGKULU
  2. POLA KREASI PENGETAHUAN (KNOWLEDGE-CREATING COMPANY) PEGAWAI BIDANG SUMBER DAYA ALAM DAN TEHNOLOGI TEPAT GUNA DI LINGKUNGAN BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PEMERINTAHAN DESA PROVINSI BENGKULU
  3. KOMPETENSI PEGAWAI BALAI LABORATORIUM KESEHATAN BERDASARKAN PERSEPSI PIMPINAN, PEGAWAI, DAN MASYARAKAT (STUDI DESKRIPTIF DI UPT BALAI LABORATORIUM KESEHATAN DAERAH PROVINSI BENGKULU)
  4. PARTISIPASI PEGAWAI DALAM PENGELOLAAN KEGIATAN (STUDI DESKRIPTIF DI DINAS KOPERASI DAN PPKM KOTA BENGKULU)
  5. PENGEMBANGAN KARIER KARYAWAN BANK BENGKULU (STUDI DESKRIPTIF KUALITATIF DI BANK BENGKULU CABANG UTAMA)
  6. ANALISIS FAKTOR PENYEBAB PERPINDAHAN MEREK (BRAND SWITCHING) NASABAH DEPOSITO STUDI KASUS PADA BANK BNI 46 CABANG UTAMA KOTA BENGKULU
  7. PEMBELAJARAN ORGANISASI KELOMPOK GUGUS KENDALI MUTU (GKM) DI RUMAH SAKIT Dr. M. YUNUS BENGKULU
  8. KEPUASAN KERJA KARYAWAN STUDI DESKRIPTIF KUALITATIF DI SEKSI PROGRAM DAN PENGEMBANGAN USAHA PADA LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK TVRI STASIUN BENGKULU
  9. PENGARUH KOMPENSASI, LINGKUNGAN KERJA, DAN KEPUASAN KERJA, TERHADAP MOTIVASI KERJA PEGAWAI DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN PROVINSI BENGKULU

 

JUDUL TESIS

MAGISTER ILMU ADMINISTRASI BARU

 

  1. KUALITAS PELAYANAN RUMAH SAKIT (STUDI DESKRIPTIF  PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH M.YUNUS  BENGKULU)
  2. PERAN BIDANG KOMUNIKASI DAN PELAYANAN INFORMASI PUBLIK DISHUBKOMINFO PROVINSI BENGKULU DALAM PELAYANAN SITUS WEB (E-GOVERNMENT)
  3. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA PEGAWAI DINAS SOSIAL KABUPATEN MUKO MUKO

 

JUDUL TESIS

MAGISTER PERENCANAAN PEMBANGUNAN BARU

 

  1. ANALISIS PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR JALAN KABUPATEN KEPAHIANG
  2. ANALISIS PENATAUSAHAAN KEUANGAN PADA BADAN PENELITIAN, PENGEMBANGAN DAN STATISTIK DAERAH PROVINSI BENGKULU
  3. STRATEGI PENGEMBANGAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM  (PDAM) KOTA BENGKULU
  4. STRATEGI PERENCANAAN PENGEMBANGAN SUBSEKTOR PERKEBUNAN  SEBAGAI DASAR PERENCANAAN PEMBANGUNAN KABUPATEN BENGKULU TENGAH

PENGARUH KEPEMIMPINAN, KOMPENSASI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI

ABSTRACT

This study aims to determine the leadership style that owned the Head of Social Muko Muko district determine the effect of leadership on employee performance, determine the effect compensation employee performance, determine the effect of motivation employee performance, and effectleadership, compensation and motivation together.
This research is corelation study. The subjects in this study were all employees ofthe District Social Services Muko Muko, amounting to 55 people with the status as acivil servant. The data in this study were analyzed using SPSS program. The analytical techniques used in this study was the Multiple Linear Regression, which is used to determine the effect of leadership, compensation, and motivation on the performance of an employee.
Leadership style adopted by the Head democratic leadership style, there is significant influence between leadership and motivation compensation to the performance of District Social Service employee of Muko Muko.

RINGKASAN

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya pimpinan yang dimiliki Kepala Dinas Sosial Kabupaten Muko Muko, mengetahui pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja pegawai, mengetahui pengaruh kompensasi terhadap kinerja pegawai, mengetahui pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai, dan mengetahui pengaruh kepemimpinan, kompensasi dan motivasi secara bersama-sama terhadap kerja pegawai Dinas Sosial Kabupaten Muko Muko.

Penelitian ini merupakan penelitian corelation study. Subyek dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Dinas Sosial Kabupaten Muko Muko yang berjumlah 55 orang yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan program SPSS. Adapun teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah  Regresi Linear Berganda, yang digunakan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan (X1), kompensasi (X2), dan motivasi (X3) terhadap kinerja pegawai (Y)

Gaya pimpinan yang diterapkan oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Muko Muko adalah gaya pimpinan demokratis, terdapat pengaruh yang signifikan  antara kepemimpinan terhadap motivasi kerja pegawai, terdapat pengaruh yang signifikan antara kompensasi terhadap motivasi kerja pegawai, terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi terhadap motivasi kerja pegawai, dan terdapat pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan dan kompensasi motivasi kerja terhadap  kinerja pegawai Dinas Sosial Kabupaten Muko Muko.

EFEKTIVITAS KONSELING KB OLEH BIDAN PADA PASANGAN USIA SUBUR (PUS) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS

ABSTRAK


Program KB salah satu upaya menekan tingginya laju pertumbuhan penduduk melalui empat misi gerakan KB nasional. Ketepatan memilih alat kontrasepsi berpengaruh pada efektif dan efisien program KB. Langkah awal keberhasilan program KB adalah konseling KB untuk PUS dan pelayanan kontrasepsi sesuai standar. Konseling bermanfaat menjaga kepatuhan pasien terhadap ketetapan sesuai prosedur. Data akseptor KB memilih metode kontrasepsi yang tidak sesuai usia atau tidak rasional masih tinggi. Pemakaian kontrasepsi tidak rasional berdampak terhadap kesehatan akseptor KB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas konseling KB oleh bidan pada pasangan usia subur (PUS) di wilayah kerja Puskesmas Kembang Seri Kabupaten Bengkulu Tengah Tahun 2011.

Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif. Informan penelitian ini PUS yang berjumlah 10 orang. Penelitian ini juga menggunakan informan bidan yang memberikan pelayanan KB sebanyak 1 orang bidan. Kriteria PUS yang menjadi  informan berusia 20 sampai dengan 35 tahun dengan teknik proporsive sampling. Analisis dilakukan sampai mendapatkan data yang penuh dan jenuh dengan tahapan data reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi.

Hasil penelitian input menunjukkan bidan sudah memberikan penjelasan kepada PUS menggunakan metode diskusi dan tanya tanya jawab serta menggunakan alat peraga berupa lembar bolak balik  saat memberikan pelayanan dan Proses SATU TUJU sudah dilaksanakan oleh Bidan. Namun output menunjukkan dari 10 responden yang di wawancarai ditemukan 9 orang PUS menggunakan alat kontarasepsi tidak efektif karena tidak sesuai dengan usia.

 

 

ANALISIS PELAKSANAAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI PADA IBU YANG MEMPUNYAI BALITA 6-24 BULAN

ABSTRAK

Masih belum tepatnya perilaku ibu dalam pemberian MP ASI anak 6-24 bulan dalam hal cara pemberian, frekuensi pemberian, dan cara penyajian (baik porsi dan pengelohan. Target yang diinginkan dalam pemberian MP-ASI anak 6-24 bulan dari keluarga miskin 100%, tetapi dalam pelaksanaannya masih rendah dibawah   target   yaitu   9,5%.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) pada ibu yang mempunyai Balita 6-24 Bulan di Puskesmas Lingkar Timur Kota Bengkulu.

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Dalam penelitian sampel diambil 50% dari populasi yaitu sebesar 126 responden. Sampel dalam penelitian ini diambil secara purposive sampling. Analisis yang dilakukan adalah analisis univariat dengan maksud untuk menggambarkan distribusi frekuensi dan persentase pemberian makanan pendamping ASI.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 42 responden usia 6-9 bulan lebih dari sebagian 23 (54.8%) responden pemberian makanan pendamping ASI tidak baik,  usia 9-12 bulan lebih dari sebagian 26 (61.9%) responden pemberian makanan pendamping ASI tidak bai, dan usia 12-24 bulan sebagian besar 29 (69.0%) responden pemberian makanan pendamping ASI tidak baik.

Kepada petugas kesehatan hendaknya dapat melakukan penyuluhan dengan mengajarkan ibu-ibu yang mempunyai balita dalam hal pelaksanaan pemberian makanan pendamping ASI seperti untuk usia 6-9 bulan memberikan makanan lumat dan memberikan buah-buahan, untuk usia 9-12 bulan memperkenalkan beraneka ragam buahan dan sayuran kepada anaknya, dan untuk usia 12-24 bulan memberikan makanan keluarga dan nasi biasa 3 kali sehari dan memberikan makanan selingan  1 kali sehari.

Kata Kunci : Pemberian Makanan Pendamping ASI.

PERSEPSI DOSEN DAN MAHASISWA TERHADAP ETIKA BISNIS (SURVEY PADA FAKULTAS EKONOMI)

ABSTRAK

 Kata kunci : Persepsi, Etika Bisnis

Penelitian ini melakukan uji terhadap perbedaan persepsi antara dosen tetap akuntansi dan mahasiswa akuntansi di Universitas Muhammadiyah Bengkulu terhadap Etika Bisnis.Masalah yang di angkat dalam penelitian ini adalah “Apakah ada perbedaan yang signifikan antara dosen dan mahasiswa akuntansi terhadap etika bisnis dan seberapa besar perbedaan persepsi dosen dan mahasiswa terhadap etika bisnis”.

Analisis didasarkan pada pengumpulan data dari 22 responden penelitian yang pengumpulannya dilakukan melalui kuesioner dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Metode pengumpulan data adalah data primer, metode analisis data menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas data untuk menguji kekonsitenan dan keakurasian data. Uji hipotesis menggunakan tekhnik analisis independeny sampel T-test untuk menguji perbedaan persepsi antara dosen dan mahasiswa terhadap etika bisnis.

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara dosen dan mahasiswa akuntansi sedangkan mean dari kedua persepsi yaitu  lebih besar  persepsi dosen daripada mahasiswa yaitu nilai mean untuk dosen adalah sebesar 103,89 sedangkan nilai mean untuk mahasiswa sebesar 91,10.

PENGARUH KOMPENSASI, LINGKUNGAN KERJA, DAN KEPUASAN KERJA, TERHADAP MOTIVASI KERJA PEGAWAI

ABSTRACT

This study is aimed to determine the effect of compensation, work environment, job satisfaction on work motivation of employee at departement of animal husbandry and animal healthy Bengkulu Province.

This study is descriptive design with causal effect. All employees in the study sample 55 people. Analysis data using multiple linear regression. The results  of this study that compensation, work environment,  and work satisfaction have influence on work motivation of employee both partial and simultans.
As Suggestions, Leaders can make the distribution of decree of incentives, in the conduct of mutations in office not arbitrarily, not too soon to mutation, and who do not have a music room can be equipped music facilities. Leaders provide opportunities for employees directly involved in decision make and understand the purpose of the work performed.

Keywords: Compensation, Work Environment, Job Satisfaction, and motivation to work

(1) Candidate of Magister Manajemen

(2) Lecturer

 

RINGKASAN

Hasil wawancara pada pegawai mengatakan pemberian kompensasi belum sesuai dengan beban kerja yang dilakukan serta pemberian kompensasi tidak adil antara pegawai yang beban kerjanya banyak maupun yang sedikit. Pada  lingkungan kerja terlihat tata ruangan kerja yang ada belum cukup baik, ini terlihat dari banyaknya meja yang kurang tertata dan tidak sesuai dengan luas ruangan yang ada. Hasil wawancara dengan pegawai yang lain mereka mengatakan banyak pegawai yang kurang termotivasi dalam melaksanakan pekerjaannya. Ini terlihat banyaknya pegawai yang tidak disiplin dalam bekerja dan sering terlambat saat masuk kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompensasi, lingkungan kerja, kepuasan kerja terhadap motivasi kerja pegawai Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Bengkulu baik secara parsial maupun simultan.

Penelitian ini merupakan deskriftif dengan desain causal effect. Sampel dalam penelitian seluruh pegawai berjumlah 110 orang diambil dengan metode sensus. Dalam penelitian yang dilakukan responden yang mengembalikan kuesioner sebanyak 55, sehingga sampel diambil 50% dari populasi. Analisa data menggunakan regresi linear berganda.

Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh kompensasi, lingkungan kerja, dan kepuasan kerja terhadap motivasi kerja pegawai baik secara parsial dan simultan, artinya semakin baik persepsi responden mengenai kompensasi yang mereka terima, kepuasan kerja yang mereka rasakan dalam melaksanakan pekerjaan, dan lingkungan kerja mereka yang mereka rasakan, maka akan semakin baik motivasi mereka.

Sebaiknya pimpinan dapat membuat surat keputusan yang jelas untuk pembagian pemberian insentif dalam melakukan mutasi di lingkungan dinas tidak semena-mena, tidak terlalu cepat melakukan mutasi, dan ruangan yang belum memiliki musik dapat dilengkapi fasilitas musik. Selain itu pimpinan dapat memberikan kesempatan pada pegawai untuk terlibat langsung dalam pengambilan keputusan yang penting dan dapat memberikan tujuan tugas yang jelas, agar pegawai mengetahui dengan baik tujuan dari pekerjaan yang dilakukan.

 

 

 

Efektivitas Konseling Kb Oleh Bidan Pada Pasangan Usia Subur (PUS) Di Wilayah Kerja Puskesmas Tahun 2011

Data akseptor KB memilih metode kontrasepsi yang tidak sesuai usia atau tidak rasional masih tinggi. Pemakaian kontrasepsi tidak rasional berdampak terhadap kesehatan akseptor KB. Pada usia >35 tahun terjadi perubahan tubuh sebagai akibat dari proses menua sehingga pemakaian kontrasepsi hormonal (suntik, pil, implanttt) dapat memicu perubahan vaskularisasi yang menyebabkan peningkatan tekanan darah. Peningkatan tekanan darah akan berdampak pada kesehatan ibu secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas konseling KB oleh bidan pada pasangan usia subur (PUS) di wilayah kerja Puskesmas Kembang Seri Kabupaten Bengkulu Tengah Tahun 2011.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah PUS memiliki kriteria tertentu yang berjumlah 10 (sepuluh) orang. Selain itu penelitian ini juga menggunakan informan tambahan yaitu bidan yang memberikan pelayanan KB sebanyak 1 orang bidan. Kriteria PUS yang menjadi  informan ini yang berusia 20 sampai dengan 35 tahun dengan teknik proporsive sampling. Pada penelitian ini analisis dilakukan sampai mendapatkan data yang penuh dan jenuh. Adapun tahapan aktifitas analisis data kualitatif yaitu: Data reduction, Penyajian data, dan Penarikan kesimpulan dan verifikasi.

Hasil penelitian tentang input menunjukkan bahwa bidan sudah memberikan penjelasan kepada PUS menggunakan metode diskusi dan tanya tanya jawab serta menggunakan alat peraga berupa lembar bolak balik  saat memberikan pelayanan dan Proses SATU TUJU sudah dilaksanakan oleh Bidan. Namun hasil penelitian tentang output menunjukkan bahwa dari sepuluh responden yang di wawancarai ditemukan sebanyak 9 orang PUS menggunakan alat kontarasepsi tidak efektif karena tidak sesuai dengan usia.

 

Kata Kunci : Konseling KB, Pasangan Usia Subur

ANALISIS KEBUTUHAN AIR BAKU DI WILAYAH KERJA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM)

RINGKASAN

Tesis

 Hasil wawancara dengan pegawai PDAM kota Bengkulu mengatakan pada saat ini PDAM sering menghadapi kendala dalam penditribusian air baku, yaitu adanya kebocoran yang terjadi dalam mendistribusikan air baku kepada masyarakat, sehingga banyak pelanggan PDAM yang mengeluh dengan pelayanan yang diberikan PDAM. Penelitian ini bertujuan mengetahui kebutuhan masyarakat/konsumen terhadap air baku baik secara kuantitatif maupun kualitatif, Kualitas produksi PDAM, dan upaya merumuskan strategi yang dapat dilakukan oleh PDAM dalam rangka mengatasi pemenuhan kebutuhan air baku.

 

Jenis penelitian yang digunakan adalah berupa penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai PDAM kota Bengkulu yang berjumlah 55 orang. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan metode sensus yaitu semua anggota populasi diambil sebagai sampel, sehingga semua populasi di jadikan sampel penelitian. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, dengan menggunakan metode analisis SWOT, yakni suatu metode yang menganalisis faktor-faktor yang dimiliki oleh organisasi. Analisis SWOT dilakukan yang menghasilkan faktor-faktor internal Kekuatan dan Kelamahan dan eksternal Peluang dan Ancaman.

 

Hasil penelitian PDAM memiliki kekuatan yang lebih rendah dibandingkan dengan kelemahannya dan peluang yang lebih besar dibandingkan ancamannya dengan nilai sebagai berikut: Kekuatan –Kelemahan = 108.6–161.9= -53.3 dan Peluang – Ancaman= 271.6– 184.5= 87.1 dan hasil analisis SWOT Kebutuhan Air Baku berada di Kuadran III (negatif, positif) Posisi ini menandakan sebuah organisasi yang lemah namun sangat berpeluang. Rekomendasi strategi yang diberikan adalah Ubah Strategi, artinya organisasi disarankan untuk mengubah strategi sebelumnya. Sebab, strategi yang lama dikhawatirkan sulit untuk dapat menangkap peluang yang ada sekaligus memperbaiki kinerja organisasi.

 

Kata Kunci: Air Baku, Analisis SWOT